Buta Warna: Batu Sandungan Cita-cita

Tak ada seorangpun manusia yang menghendaki dirinya buta warna. Namun tak dipungkiri, dalam kehidupan nyata penderita buta warna memiliki keterbatasan untuk menempuh karir di bidang tertentu. Misalnya saja saat masuk fakultas kedokteran atau melamar kerja di perusahaan besar seperti farmasi, PLN dan lainnya. Mereka memerlukan ketajaman pembedaan warna untuk menekuni ilmunya, yang tidak dapat dilakukan oleh orang yang buta warna.

Apa itu Buta Warna?

Buta warna dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna objek yang terlihat bukan warna yang sesungguhnya. Pada keadaan normal, terdapat bagian mata yang disebut retina. Retina memiliki dua macam sel yaitu sel batang (rod cells) dan sel kerucut (cone cells) yang peka terhadap cahaya. Sel batang ini lebih peka pada malam hari dan juga warna hitam dan putih. Sedangkan sel kerucut lebih banyak bekerja pada siang hari yang peka terhadap berbagai warna. Sel kerucut ada 3 jenis yang masing masing paling peka terhadap spektrum warna merah, hijau dan biru.

Oleh karena itu, pada orang normal dapat melihat dan membedakan ketiga warna tersebut, gradasi serta perpaduannya pada macam-macam objek, sedangkan pada orang dengan buta warna ada kelemahan untuk melihat salah satu atau lebih warna-warna tersebut dan perpaduannya.

Jenis Buta Warna

Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi.

1. Trikromasi
Buta warna jenis trikromasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Buta warna trikromasi masih digolongkan atas:

  • Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah
  • Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau
  • Tritanomali yaitu kelemahan warna biru

Jenis buta warna inilah yang paling sering dialami dibandingkan jenit buta warna lainnya.

2. Dikromasi

Meripakan tidak adanya satu dari tiga jenis sel kerucut, terdiri dari:

  • Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna Merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang.
  • Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka terhadap warna Hijau
  • Tritanopia untuk warna Biru

3. Monokromasi

Ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikit warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.

Mengapa buta warna terjadi?

Penyebab buta warna adalah faktor keturunan, gangguan terjadi biasanya pada kedua mata, namun tidak memburuk seiring berjalannya usia. Penyebab lainnya adalah kelainan yang didapat selama kehidupannya, misalnya kecelakaan/trauma pada mata, umumnya kelainan terjadi hanya pada salah satu mata saja dan bisa mengalami penurunan fungsi seiring berjalannya waktu.

Kelainan gen ini terjadi pada kromosom X seseorang. Karena kromosom seorang wanita adalah XX maka jika kedua kromosom ini memiliki kelainan, maka dirinya penderita buta warna. Sedangkan pria kromosomnya XY sehingga jika pda satu kromosom X-nya ada kelainan langsung menderita buta warna. Hal inilah yang menyebabkan lebih banyak pria menderita buta warna dibandingkan wanita.

Mendeteksi buta warna

Umumnya cara yang diginakan adalah dengan mengidentifikasi angka atau huruf dengan latar belakang warna-warna tertentu, misalnya Ishihara test. Pada setiap gambar terdapat angka yang dibentuk dari titik-titik berwarna. Gambar digantung di bawah pencahayaan yang baik dan pasien diminta untuk mengidentifikasi angka yang ada pada gambar tersebut. Ketika pada tahap ini ditemukan adanya kelainan, test yang lebih detail lagi akan diberikan.

Sampai saat ini belum ada tindakan atau pengobatan yang dapat mengatasi gangguan persepsi warna ini. Namun penderita buta warna ringan dapat belajar mengasosiasikan warna dengan objek tertentu.

Dalam mengemudi misalnya, seseorang bisa menghafalkan letak warna lampu rambu-rambu jalan raya. Buta warna bawaan tidak dapat diatasi, tetapi buta wana akita kecelakaan misalnya dapat diantisipasi dengan hati-hati berkendara.

Buta warna banyak menghambat cita-cita, namun demikian buta warna bukan berarti kiamat. Banyak orang yang buta warna berhasil menjadi orang terkenal. Artis terkenal yang mengalami buta warna antara lain adalah Mark Twain, Paul Newman, Meat Loaf, Bing Cosby, Bob Dole

17 thoughts on “Buta Warna: Batu Sandungan Cita-cita

  1. mas sya di vonis dokter mengalami buta warna partial,,,sya mw brtanya : ada tdak,,cra ato jalan alternatif untuk pnyembuhan ,,nya

  2. BAGI SAUDARA YG SEKIRANYA ADA MASALAH DENGAN BUTA WARNA DI JOGJA ADA KOK PENGOBATAN BUTA WARNA, NAMANYA PENGOBATAN NURHUDA DI BANTUL JOGJA …… ATAU DAPAT MENGHUBUNGI:
    BUDI HARIANTO SH (marketing)
    TELP 081 328 000 838
    MUDAH MUDAHAN BERMANFAAT

  3. BAGI PENDERITA BUTA WARNA JGN PUTUS ASA DTG AJA KE KEBRAON INDAH PERMAI D – 11 SBY ATAU 03183390334 / 085648061945.SDH BANYAK TERBUKTI.

  4. mas saya blm tau apakah saya buta warna atau tidak, hanya saja saat say melihat gmbar2 tersebut saya tidak bisa melihat angka berapa yg ada di dalam gambar2 tersebut, apakah saya sudah mengalami buta warna? kalau iya bagaimana cara agar sewaktu saya tes masuk kerja nanti saya bisa melihat angka2 di dalam warna2 tsb, mohon bantuannya

  5. saya buta warna mungkin saya baru tau ketika saya mau test polisi dan saya gagal disaat test dan saya bingung dimana kesalahannya, kedua orang tua saya bisa melihat test buta warna. saya masih ingin mencari pengobatan buta warna, karena harapan saya untuk masuk instansi pemerintahan sudah tidak bisa lagi tapi saya tetap ingin berobat.

    mohon bantuan nya

    terima kasih

  6. Bukan lagi sebuah batu sandungan tpi tembok penghalang cita-cita
    saya difonis mengalami Deuteromali dan berkali-kali saya gagal seleksi pekerjaan gara-gara kekurangan pada mata saya..hemmm,tpi saya tetap bisa berkarya walaupun dengan kekurangan saya ini

  7. mas saya mengalami buta warna, saya bisa membedakan warna tersebut, tetapi saya tidakbisa menyebutkan nama warna nya

  8. mas saya seorang yang di vonis buta warna…. apakah buta warna memang tdk bisa di sembuhkan? karena pergerakan saya terasa sempit dengan persyaratan2 sekolah-sekolah ikatan dinas dan perusahaan@ dan BUMN yang mensyaratkan tidak bleh buta warna….

  9. assalamu’alaikum saudaraku semua, ikut jg curhat ya. Ana jg difonis buta warna parsial oleh dokter tapi masalah kerjaan/ rizki Alloh dah mengaturnya. Ana bs kerja dijepang dan korea karena Alloh telah mudahkan urusan ana meskipun syarat utama dr pekerjaan itu tdk buta warna. Kenapa itu bs terjadi wallohu a’lam bisowab Allohlah yg memberikan kemudahan, banyak teman 2 ana yg mungkin dgn biaya yg cukup besar atau mungkin dengan menyuap tidak lolos dari ujian buta warna. Yg ingin ana tekankan disini adalah pentingnya kita berdoa, istiqomah dan sungguh2 dalam setiap keinginan kita serta yakinlah Alloh Maha Kuasa Atas Segalanya, barokallohu feekum wassalamu’alaikum warrohmatullohi wabbarokatuh

  10. saya belum tyak k dokter tapi saya sangat sulit membedakan warna> saya tw warna tapi tdk tahu nama wrna itu ap. cuma bisa mmbedakan yang mncolok n kontras saja

  11. sy divonis dokter buta warna parsial..sy mengtahui setelah mengikuti tes kesehatan pda prusahaan yg cukup besar n bonafit. pdhl sy sudah teken kontrak pda prusahaan tersebut..tp setlah tes kontrak trsebut batal..sy hnya bisa mengelus dada krena kemampuan sy n pendidikan tinggi yg sy perjuqngkan slama ini hnya di ukur dr tes buta warna.

  12. ane juga BW bang… ini juga bingung mo krja dmn.. ada yg punya info? pkerjaan yg tdak msalah dg buta warna… toh ane masih bisa membedakan warna” pokok.. tetep semangat buat temen” yg buta warna.. hidup ini indah kok.. dan penuh warna… bukan berarti seorang BW ga bisa melihat warna warna…

  13. sy jg buta warna dan skrg bingung,stress mw kerja aplg. tolong kawan22 yg sdh pernah terapi dan berhasil mohon infonya, thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>